Tips Menjadi Toys Photographer

SHARE THIS

Share to:

Facebook Twitter


Tips menjadi Toys Photographer - Mungkin istilah Toys Photographer jarang banget terdengar, yap termasuk saya juga jarang mendengar. Setelah saya membaca beberapa artikel tentang fotografi akhirnya saya menemukan istilah ini. Dilihat dari artinya Toys Photographer dapat diartikan dengan mudah ke dalam Bahasa Indonesia yaitu fotografer mainan.
Bagi kamu penggemar fotografi patut mencoba aliran fotografi yang satu ini. Mungkin ini akan beda dengan kamu yang sudah biasa jepretin seorang model yang udah dari sononya cakep jadi hasil jepretan kamu juga ikutan terkesan cakep juga :D.

Menjadi Toys Photographer bukan perkara sulit. Cukup punya sedikit kreativitas, ketekunan dan kemauan (gak pake L), siapa saja bisa mencobanya. Gak perlu alat mahal bahkan dengan lensa kit dan meja ala kadarnya yang ada di rumah, menjadi toys photographer kelas dunia seperti Seno Haryo bukan mimpi.

Berikut tips dan trik yang disarankan khusus untuk pembaca:

Pertama, kamu gak harus punya lensa makro melainkan cukup lensa normal aja. Bahkan lensa kit sekalipun, gak akan jadi masalah. Justru dengan lensa makro, mainan akan terlihat mainan bukan karakter manusia yang seolah-olah hidup.

Kedua, gunain lighting dan properti yang tersedia. Gak harus mahal namun mengetahui efek yang dihasilin. Kalo perlu libatin teman kamu buat ngebantu setting mini studio yang lebih rumit sesuai cerita yang kamu inginin. Hanya lampu LED yang banyak dijual gak sampai Rp 20.000 sudah cukup yang penting efektif dan ada fungsinya.

Ketiga, gunain imajinasi kamu buat ngehidupin adegan dalam setiap karakter. Bisa diambil dari komik aslinya atau ngerekayasa sendiri. Yang terpenting dan tersulit, membuat pose yang tepat sehingga mainan itu terlihat bukan mainan tentu tantangannya membuat gesture toys supaya lebih keliatan manusia. Posisi duduknya gimana, loncatnya gimana.

Keempat, gunain digital imaging sebagai alat bantu. Digital imaging itu seperti ngehalusin efek atau ngengganti background untuk background lain yang lebih sulit dilakuin di sesi pemotretan.

Ada baiknya bagi kamu kolektor mainan untuk bisa ngeefektifin koleksi action figure yang kamu punyai. Gak sekadar jadi pajangan melainkan bisa memberi hasil dan inspirasi buat siapa aja.

Kalau lagi ngumpul sesama komunitas action figure kayaknya sayang saja enggak dimanfaatin untuk hal yang lebih berguna. Mahal-mahal koleksinya. Saran saya, lakuin hal yang lebih berguna dengan koleksinya.

Itulah segelintir artikel tentang Toys Photographer. Tunggu artikel tentang dunia fotografi lainnya yang gak kalah pecah dari ini. Jangan lupa beri komentar, kritik serta sarannya di kolom komentar ya.... Terima kasih telah berkunjung ke blog ini :).

Baca juga: Cara Mudah Impor Foto dari DSLR ke iPhone atau iPad

Hi... I'm Martius, You can find more about me. Thanks for coming to my blog and hope you enjoy it.

8 komentar:

  1. Dulu sih jarang liat, tapi sekarang udah banyak kayaknya. Ngeliat-liat punya iqbaal dhiafakhri keren abis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir dan berkomentar Nurizka :). Iya.. sekarang saya juga sedang suka jepretin objek2 macro dan baru belajar juga.

      Hapus
  2. Kayaknya sekarang tema ini mulai berkembang. Meski belum pernah mencoba tapi klo digabung dengan food photography bisa kali ya.

    :D

    BalasHapus
  3. sprtinya seru juga ya kak, klo jdi toys potograper hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seru... apalagi bagi orang2 penikmat foto kayak kita2 ini... silakeun dicoba :D

      Hapus
  4. Keren ini, baru denger ini ada fotografer mainan. Patut dicoba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya... tapi sayangnya kalo saya gapunya banyak mainan... bukan pengkoleksi soalnya... masih banyak juga aliran fotografi seru lainnya yang mesti dicoba juga, ini cuma salah satu dari sekian banyak :D

      Hapus